Hati Hati membeli CD / DVD di Mangdu
Belum lama ini aye dapet imel panjang dari seorang kawan, namanya jeng Ita. Doski kasih tau soal tindak pemerasan oleh oknum yang ngaku-ngaku nya jadi polisi yang lagi razia. Buat yang sering-sering ke Mangga Dua, ini serem juga y booo... Tau ndiri lah Mangga Dua kan dah gudangnyah CD DVD bajakan, kalo ada yang pura-pura jadi polisi gitu, kan kite dah jiper gitu deh...!
Nah loe pada liat ajeh deh imel nyah ndiri, kali ajeh ada yang pernah ngalamin bisa komentar di bawah, atawa pernah denger dari temen2 gitu dey... Dah silahkan di baca dulu dah!
Hati-hati bila anda habis membeli cd dan
dvd mangga dua karena sekarang ada modus baru pemerasan dengan mengaku
sebagai polisi yg sedang razia cd bajakan
Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 10 Desember 2006 jam 13.30 wib
Waktu
itu saya mau pulang dari mangga dua habis membeli cd2 program desain
(kebetulan saya hobi mendesain) dan harddisk lalu menuju stasiun
pangeran jayakarta dengan berjalan kaki. Saat itu saya tidak merasa ada
yang membututi saya, karena itu saya tidak ada perasaan curiga. Lagi
pula saya terbiasa ke mangga dua bila sendiri selalu pulangnya ke
stasiun tersebut dan saat itu saya Cuma memakai kaos oblong, jeans dan
sandal jepit tanpa memakai jam tangan.
Saat
saya sedang menunggu kereta saya men-cek cd2 yg saya beli dengan bonnya
takutnya ada yg tertinggal, kemudian tidak berapa lama kereta datang
kemudian saya masuk dan menyusuri gerbong untuk mencari bangku yang
kosong dan akhirnya ada satu bangku kosong dan saya langsung duduk
dibangku itu tetapi ternyata ada bapak2 yang cukup besar yg memaksa
duduk disebelah saya, saat saya masih belum curiga.
Tiba2
orang itu menanyakan apakah saya habis beli cd, saya pikir hanya
pertanyaan biasa maka saya jawab iya, lalu dia meminta saya untuk
mengeluarkan tersebut dia bialng dia ingin lihat lalu saya berikan dan
dia bilang dia adalah polisi yg sedang merazia cd bajakan, saat itu ada
temannya satu lagi yg cukup besar juga menghampiri saya. Sebenarnya
saya ingin menanyaka kartu identitas kalau memang benar mereka itu
oknum polisi, tapi entah kenapa saya tidak berani mungkin saya sudah di
desak 2 orang yg besar2 sehingga menyiutkan nyali saya. Jika saya lari
nanti malah saya nanti diteriakin maling. Akhirnya oknum tersebut
menahan cd saya dan meminta saya untuk membuat surat pernyataan di
kantor polisi.
Saat
kereta berhenti di gondangdia saya diminta turun bersama mereka,
ternyata ada temannya satu lagi yag ikut turun jadi total mereka ada 3.
Lalu saya dibawa keluar stasiun. Anehnya saat keluar stasiun saya
dimintai karcis oleh petugas tetapi oknum2 tersebut dibiarkan lewat
saja, ini membuktikan kalo petugas2 tesebut sudah kenal dengan oknum2
itu. Sampai di luar stasiun tiba2 mereka menyetop taksi mirip2
bluebird, saya tidak merperhatikan taksi apa karena saat itu saya
panik. Lalu saya disuruh masuk ke taksi tsb, satu duduk di depan dan
saya duduk ditengah belakang dengan dihimpit oleh mereka berdua. Lalu
mereka meminta supir taksi itu untuk ke arah kelapa
Gading.
Sepanjang
perjalanan mereka menginterogasi saya layaknya seorang polisi dan
mereka bilang saya akan masuk penjara, tapi mereka tidak berbicara
dengan kasar melainkan berbicara biasa saja seperti orang yg sedang
memberi nasehat. Kemudian tas saya dibongkar begitu juga dengan dompet
saya tapi mereka tidak mengambil apa2 dan mengembalikan lagi dompet
saya. Akhirnya negosiasi dimulai dengan mereka menawarkan kalau ingin
dibantu saya harus membayar sebesar Rp 5 juta. Saya katakan ya sudah
kalau memang harus begitu. Saya tidak berani menolak mereka akan bawa
saya ke kantor polisi tapi dalam pikiran saya nanti mereka malah
membawa saya ke sutau tempat dimana nanti malah saya dilukai, saya
berusaha menurti kemauan mereka agar mereka tidak mengapa2kan saya.
Akhirnya salah dari mereka meminta kartu ATM dan PIN saya yang
kebetulan saat itu saya sedang membawa kartu ATM Bank Permata dan lagi
saya baru ingat saat itu saldonya 3 kali lebih banyak sdari yg mereka
minta. Dan akhirnya taksi berhenti di gedung BNI di daerah Rawamangun
sebelum Arion Plaza jika dari arah pulo gadung. Si oknum memutuskan
untuk mengambil di ATM BNI karena tidak ada ATM permata di daerah
kecuali di Arion Plaza tapi mungkin mereka tidak mau ambil resiko di
tempat keramaian. Saya di dalam taksi dijaga oleh 2 orang dan satu
orang ke ATM. Saya berpikir saat itu habis lah semua tabungan saya. Dan
saya terus berdoa agar tidak d lukai oleh mereka.
Sehabis
mereka menguras ATM saya (saat itu kartu ATMnya saya minta kembali)
kemudian salah satu dari mereka agak memaksa untuk menggunakan kartu
kredit saya untuk dibelikan handphone tetapi saya memohon agar jangan
digunakan Karena saya rasa uang dari ATM saya sudah lebih dari yang
mereka minta dan benar satu dari mereka mengatakan “tidak usah lah,
sudah cukup!”, mungkin Karena tidak jadi menggunakan kartu kredit saya
dia meminta hp cdma saya dan uang yang ada di dompet saya kalau tidak
salah ada sekitar 300 ribu dan saya hanya diberi ongkos pulang 10 ribu.
Mungkin karena mereka sudah merasa cukup lalu saya diturunkan sebelum
di perempatan pramuka.
Saat
itu saya bingung mau ke mana, akhirnya saya pergi ke Arion Plaza untuk
mengecek sisa saldo ATM saya sekalian mau ambil buat ongkos pulang.
Setelah di cek, Alhamdulillah ternyata mereka hanya bisa mengambil
sekitar 9 jutaan karena sebelumnya saya di mangga dua sudah menarik 900
ribuan, karena limit kartu saya satau hari Cuma bisa menarik 10 juta.
Karena tidak ada ongkos buat pulang akhirnya saya menelpon teman saya
dan dia mau menjemput saya dan saya memutuskan untuk menunggunya di
dalam wartel karena saat itu saya masih syok dan merasa paranoid dengan
keadaan di luar. Akhirnya teman saya datang barulah saya merasa lega
dan aman.
Dari
kejadian tersebut saya berkesimpulan kalo mereka itu kemungkinan besar
adalah adalah oknum2 iseng karena dari cara mereka menginterogasi sudah
terlihat professional dan lagi pula kalo mereka memang penjahat saat di
taksi pasti mereka langsung meminta ATM saya dan melukai atau mungkin
saya bisa saja dibunuh. Dan daerah operasi mereka di mangga dua dan
sekitarnya. Saat itu saya bersyukur karena saya masih sehat walafiat
tanpa kurang sesuatu apapun walaupun saya harus kehilangan harta tapi
saya ikhlaskan saja karena harta masih bisa di cari tapi kalau nyawa?
Karena itu saya memutuskan untuk tidak melaporkan masalah ini ke polisi
karena kemungkinan duit saya tidak balik malah saya keluar duit lagi.
Lagi pula ini mungkin yang di Atas sedang menegur saya.
Karena itu saya sarankan :
- Jika anda berpergian jangan pernah sendirian minimal ajak teman 1 orang
- Bawalah duit secukupnya
- Jika harus membawa kartu ATM, bawalah yang saldonya minim
- Jika keluar dari mall (bila naik kendaraan umum) awasi sekitar kita, apakah ada yang
mencurigakan
- Segera ke arah pos penjagaan jika memang merasa dibuntuti
Mohon di sebarluaskan email ini agar tidak jatuh kembali korban2 berikutnya
Wassalam..
Best Regards,
Rian Rahardi